No Rekening: Bank Syariah Mandiri 6000 1 6000 6

Amalan Penghapus Dosa, Pembuka Pintu Surga

Dosa adalah suatu hal yang selalu kita dengar, di dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa 

dosa adalah sesuatu yang kita dapat bila berbuat keburukan. Hal ini membuat para mukmin 

berusaha sekali untuk menjauh dari dosa dan bila melakukan kesalahan yang berbuah dosa, 

maka mereka akan berjuang untuk menghapusnya.  

Berikut akan disampaikan beberapa amalan-amalan untuk penggugur dosa kecil,  

karena bila dosa besar seperti membunuh, mencuri, durhaka, berzina, tak cukup hanya 

dengan beramal, tetapi harus juga meminta maaf kepada orang yang disakiti dan juga 

bertaubat nasuha serta tidak mengulanginya lagi.

Salah satu hadist dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw. pernah berkata: "Di antara 

satu waktu shalat dan waktu shalat berikutnya, di antara satu jum'at dengan jum'at yang 

berikutnya, di antara satu ramadhan dengan ramadhan yang berikutnya, barangsiapa 

beribadah di kedua waktu tersebut, maka tergugurkan dosa-dosanya kecuali dosa besar 

(syirik, durhaka, berzina, minum khamar, dan sebagainya)." HR Muslim

Jadi, bila kita konsisten menjaga ibadah, bila saat isya' kita shalat tepat waktu, dan 

melakukan dosa setelahnya maka saat kita bangun sholat subuh tepat waktu, maka ketika 

tuntas shalat subuh, tuntas pula dosa (mata, telinga, dan mulut) yang ada dalam diri ini.

Berikutnya adalah sebuah amalan yang mampu mengugurkan dosa kita, tetapi tidak 

menggurkan dosa, tetapi juga dinaikkan derajat kita oleh Allah swt.

Dari Abu Hurairoh ra, Rasulullah pernah berkata kepada para sahabat: "Maukah kalian 

kuberitahu amalan yang akan menghapus dosa kalian, tidak hanya menggugurkan dosa, 

tetapi juga menambah derajat kita disisi Allah swt." HR Muslim

Amalan yang pertama adalah menyempurnakan wudlu, meskipun saat kita tidak suka 

melakukannya.

Contoh: berwudlu sebelum tidur, berwudlu saat bangun tahajjud, berwudlu saat batal di setiap 

waktu.

Amalan kedua adalah memperbanyak langkah ke masjid.

Pernah seorang sahabat dari Bani Salamah ingin membangun rumah di dekat masjid, karena 

takut ketinggalan jama'ah di masjid, tetapi Rasulullah saw. menyarankan bahwa tidak usah 

membangun rumah di dekat masjid karena setiap langkah-langkah kita ke masjid itu terhitung 

amal di sisi Allah swt.

Amalan yang ketiga adalah menunggu satu shalat dengan shalat yang lain.

Tazkiyah

Coba istiqomah menunggu satu shalat dengan shalat yang lain, misal antara maghrib dan isya' 

kita berdzikir setelah maghrib, membaca Al-Qur'an, atau mendengarkan ceramah.

Jadi, menunggu shalat di sini adalah wujud membangun keterkaitan rasa untuk terus merasa 

kangen antara satu waktu shalat dengan waktu shalat berikutnya.

Dan selanjutnya adalah sebuah amalan yang luar biasa, Rasulullah saw. mengatakan bahwa 

siapa mereka yang melakukan amalan ini "pasti masuk Surga."

Apakah amalan tersebut?

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam 

bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar), maka dia 

akan masuk surga.” HR Bukhari & Muslim

Dua shalat ini yaitu shalat Shubuh dan shalat Ashar memiliki keutamaan yang besar. Namun 

sayang, tidak sedikit dari kita yang mengaku muslim yang meninggalkan shalat Shubuh, 

seringnya telat bahkan tidak bangun Shubuh dan lebih senang bermanja-manja dengan 

kasurnya. Begitu pula shalat Ashar, banyak terlalu sibuk dengan aktivitas dunianya, lantas 

melalaikan shalat ini. Para petani ada yang berangkat sebelum Ashar ke sawah dengan 

mudahnya pula ia meninggalkan shalat tersebut karena sesampai di rumah sudah waktu 

Maghrib. Kapan mau sadar untuk menjaga dua shalat ini?

Dan kedua shalat ini pula, mampu menjadi tolak ukur, apakah seorang muslim itu munafik 

atau bukan, bisa dipercaya atau tidak. Bagi yang mengamalkan, juga mampu dijauhkan dari 

sifat-sifat kemunafikan.

Oleh sebab itu, kedua shalat ini bila diterapkan dalam keluarga, dalam perusahaan, dalam diri 

sendiri, Allah yang akan menjamin kesuksesan luar biasa untuk menjalani lika-liku 

kehidupan di dunia.

Tetapi semua kembali pula pada niat, bila kita hanya ibadah mengharap dunia, maka hanya 

dunia yang kita dapat, bila kita ibadah ikhlas hanya karena taat kepada Allah, maka 

balasannya. Bahagia dunia-akhirat.{}

 

Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Ketua IKADI Jatim)


0 Comments

Tinggalkan Komentar


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode