No Rekening: Bank Syariah Mandiri 6000 1 6000 6

Dahsyatnya Doa Dengan Tawasul

Do’a adalah sesuatu  hal yang sering manusia lakukan di dunia ini, setiap saat setiap waktu 

berbagai macam cara berdoa kita lakukan. Namun apakah kita tahu bagaimana cara agar doa itu 

mampu cepat dikabulkan oleh Allah Azza Wa Jalla?

 Berdoa dengan tawasul atau perantara adalah cara dahsyat yang mampu kita  sertakan saat 

memulai doa kepada Allah. Dalam Al-Qur’an juga banyak sekali nabi-nabi yang berdoa dengan 

menyertakan nama-nama Allah di ujung do’anya. Ada tiga cara tawasul, melalui Asma’ Waa 

Sifat, OrangSholeh, Amalan Ikhlas.

Pertama, Berdoa dengan Tawasul Asma’ waa Sifat salah satu contohnya dengan mengawali 

doa kita dengan sifat-sifat Allah, apabila kita ditimpa sempit harta, kita berdoa dengan 

menyisipkan kata Yaa Ghonii atau Yaa Razak agar apa yang kita doakan lekas terkabul. Jadi 

sebut dulu nama Allah atau Sifat-sifat Allah sebelum kita memohon sesuatu.

Kedua, bertawasul dengan doa orang sholeh, jangankan kita, Rasulullah Muhammad pernah 

pula meminta doa kepada kedua sahabatnya saat berangkat umroh Abu Bakar As Siddiq RA dan 

Umar Bin Khattab RA, “jangan lupa dua saudaraku untuk berdoa kepadaku.

Ketiga, Bertawasul menggunakan amalan Ikhlas, adalah salah satu usaha juga yang mampu 

menjamin do’a kita akan diterima oleh Allah Azza Wa Jalla. Ada Sebuah kisah, dimana ada tiga 

pemuda yang masuk ke dalam sebuah Goa, ternyata setelah mereka bertiga masuk, ada sebuah 

batu besar yang runtuh dan menutupi pintu goa. Bingung bagaimana cara keluar, akhirnya 

mereka pasrah dan berdoa kepada Allah dengan menggunakan amalan-amalan ikhlas terdahulu.

Orang pertama berdoa, sungguh aku dirumah punya dua orang tua, setiap pulang kerja aku selalu 

membawa minuman susu, aku tidak pernah meminum susu itu, kecuali yang meminum pertama 

adalah orang tuaku. 

Sekali waktu aku pernah mencari kayu di hutan kemudian pulang larut malam sehingga ayah dan 

ibuku sudah tidur, setelah kuperas susu kambing, ternyata mereka masih juga tidur juga. Melihat 

tidur mereka yang lelap, aku tak kuasa untuk membangunkannya. 

Sementara aku berdiri terus memegang susu tersebut, sampai menjelang fajar tiba, anak-anak 

terus melekat pada diriku meminta susu tersebut, tapi aku tetap menunggu ayah dan ibuku 

bangun untuk meminum pertama kali susu tersebut. 

Kemudian ia berdoa “Ya Allah, sekiranya apa yang saya perbuat hanya berharap ridhoMU, Ya 

Allah keluarkan kami dari belenggu batu besar ini.”

Batu tersebut pecah meski hanya sebagian kecil, dan mereka tetap tidak bisa keluar.

Kemudian orang kedua berdoa “Ya Allah dulu saya punya sepupu, ia cantik sekali, saya berkali-

kali menggodanya, ia terus mengabaikan rayuanku, padahal saya mencintainya seperti seorang  

laki-laki yang mencintai seorang gadis”. 

Saya keluarkan berbagai cara untuk merayu dia, dan ia selalu menolakku. Setelah beberapa tahun 

berlalu, suatu saat sepupuku itu datang kepadaku, rupanya ia berharap ingin mendapatkan uang 

120 Dinar, aku berkata boleh, asal ada syaratnya. Syaratnya adalah sepupuku itu mau diajak 

bermesraan, dan ternyata ia mau. Ketika saya sudah menguasai dia, dan duduk diantara kedua 

kakinya, saya siap berbuat maksiat dengannya, berkatalah sepupu saya ini. “takutlah engkau 

kepada Allah, jangan masukkan cincin ini, kecuali dengan haknya.” Dan aku gemetar, betul-

betul takut kepada Allah Swt, padahal wanita ini yang saya cintai, tetapi saya kemudian pergi 

dan meninggalkan hadiah uang 120 Dinar itu kepada sepupu saya tersebut.

Ya Allah, sekiranya apa yang saya perbuat itu karenaMU, Ya Allah keluarkan kami dari goa ini 

kemudian pecah lagi batu besar tersebut, tetapi  belum juga mampu membuka lebar goa tersebut.

Lelaki ketiga berkata, “Yaa Allah sungguh aku adalah seorang yang mempunyai usaha besar, 

saat saya memberikan upah kepada para pekerjaku, ada salah satu pekerjaku yang tidak 

mengambil gajinya.” Dan uang tersebut dipakailah untuk usaha baru, ternyata usaha baru dari 

hasil gaji pegawai lebih sukses dari usahaku yang lama, bahkan usaha awalku bangkrut tetapi 

usaha baru ini semakin berkembang. Kemudian pegawaiku datang dan meminta kembali uang 

gajinya tersebut, dengan ikhlas hati saya berikan semua harta saya, harta melimpah dari hasil  

yang memang bukan hak saya.

Ya Allah, sekiranya keikhlasanku melepas segala bentuk kesuksesn itu mampu kau hitung 

sebagai amal, keluarkan kami dari goa ini. kemudian pecahlah batu tersebut, sehingga tercipta 

lubang yang cukup untuk mereka keluar dari goa.

Doa dengan tawasul memang baik dan disarankan untuk bisa diamalkan. Tetapi doa langsung 

kepada Allah juga selalu dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw. Terus yakin kepada Allah 

berdoa dengan atau tanpa Tawasul karena kita bukan apa-apa tanpa pertolonganNYA.(hyr)

 

 

Ustadz Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Ketua IKADI Jatim)


0 Comments

Tinggalkan Komentar


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode