No Rekening: Bank Syariah Mandiri 6000 1 6000 6

Kesetiaan yang Tak Pernah Diketahui Pasangan

Dalam kehidupan berumah tangga, ada sangat banyak kebaikan pasangan yang tidak pernah kita ketahui, bahkan sampai akhir hayat kita. Demikian pula ada banyak kebaikan kita yang tidak pernah diketahui pasangan, bahkan sampai akhir hayatnya. Ini terkait dengan kelemahan kita sebagai manusia, yang hanya bisa mengetahui hal-hal yang tampak dan kelihatan nyata. Kita tidak bisa mengetahui hal-hal yang tidak tampak dengan nyata.

Untuk kebaikan pasangan yang tampak nyata saja, kadang tidak dianggap sebagai kebaikan. Karena sesuatu sudah terjadi dengan rutin dan terus menerus, maka sudah tidak dianggap sebagai sebuah kebaikan lagi. Namun dianggap sebagai kewajiban, kelaziman atau kebiasaan belaka. Nilainya sudah biasa, karena hanya tumpukan rutinitas yang tampak klasik dan “begitu-begitu saja”. Misalnya ketika ada istri yang memasak dan menyiapkan masakan di rumah, karena rutin setiap hari, akhirnya hanya tampak sebagai penunaian kewajiban atau sebuah kelaziman. Tidak lagi dilihat sebagai sebuah kebaikan.

Demikian pula seorang suami yang bekerja keras mencari nafkah untuk kehidupan keluarga, karena rutin dan terus menerus, maka dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan sekedar penunaian kewajiban. Padahal, kalau pun dianggap sebagai penunaian kewajiban, harusnya tetap diapresiasi sebagai kebaikan, karena orang yang menunaikan kewajiban adalah orang yang baik. Sebaliknya orang yang melalaikan kewajiban adalah orang yang tidak baik.

Sementara ketika istri berhasil menolak rayuan dan godaan banyak lelaki, tidak diapresiasi suami sebagai kebaikan, karena dianggap sebagai keharusan atau kewajiban. Salah satu contoh kebaikan yang tidak pernah diketahui pasangan adalah kisah perjuangan kesetiaan berikut ini.

Perjuangan Kesetiaan Seorang Suami Budi adalah seorang suami yang bekerja sebagai kepala bagian di perusahaan yang "penuh godaan". Banyak perempuan ---muda dan cantik--- bekerja sebagai staf pada divisinya. Sebagai pimpinan divisi, setiap hari ia dikerubuti oleh perempuan-perempuan cantik yang berpenampilan menggoda. Terasa berat dan bersusah payah ia mencoba bertahan dan menghindari godaan tersebut. Ia ingin setia, tidak mau selingkuh. Ia sudah "merelakan" kesempatan itu lewat. Dan ia berhasil menyelamatkan dirinya dari godaan tersebut.

Namun di rumah ia tidak bisa bercerita tentang aneka godaan yang dihadapi dan dialami kepada istrinya. Khawatir sang istri justru salah paham. Yang membuatnya sedih, perjuangan heroiknya untuk melawan godaan ini menjadi tidak memiliki nilai di hadapan sang istri. Ia tidak diperlakukan secara istimewa oleh istri padahal ia merasa sudah berjuang dan berkorban demi sang istri. Ia merasa tidak diapresiasi.

Perjuangan Kesetiaan Seorang Istri Sari adalah seorang istri tipe ibu rumah tangga yang terlalu sering ditinggal pergi suami untuk urusan dinas. Sari kerap merasa kesepian. Ia di rumah sendirian mengurus anak dan semua keperluan rumah tangga. Capek, lelah, jenuh, dan jablay. Di tengah kesepiannya, datanglah seseorang dari masa lalunya. Seseorang yang pernah menempati posisi istimewa di hatinya semasa sekolah SMA dulu.

Tidak terasa kekosongan hati Sari mulai ada yang mengisi. Hati Sari yang kering dan gersang karena kurang mendapat kasih sayang dari suami, seperti mendapat siraman air sejuk yang menghidupkan tanaman layu. Namun ia segera sadar, bahwa ini godaan. Ia tidak boleh menikmatinya. Sekuat tenaga ia berjuang melawan godaan yang sangat halus itu. Sesungguhnyalah godaan itu datang di saat yang tepat.

Di saat ia tengah memerlukan sapaan lembut penuh kasih yang sudah lama hilang dari dalam dirinya. Suami Sari terlalu asyik dan sibuk dengan bisnisnya. Memang secara materi tidak ada yang kurang, namun justru kasih sayang yang tidak didapatkan dari suami. Ia berjuang sekuat tenaga menepis godaan dan ajakan mantan. Kini lelaki itu tak lagi menggodanya. Ia merasa sudah "berkurban" dengan tidak selingkuh. Ia merasa sudah berjuang melawan godaan. Ia sudah "merelakan" kesempatan itu lewat. Dan ia berhasil menyelamatkan dirinya dari godaan tersebut.

Namun di rumah ia tidak bisa bercerita tentang godaan yang dialami kepada suaminya. Khawatir sang suami justru salah paham. Yang membuatnya sedih, perjuangan heroiknya untuk melawan godaan ini menjadi tidak memiliki nilai di hadapan sang suami. Ia tidak diperlakukan secara istimewa oleh suami padahal ia merasa sudah berjuang dan berkorban demi suami.

Itulah contoh kesetiaan yang tidak diketahui pasangan. Masih ada sangat banyak contoh kebaikan yang tidak pernah diketahui oleh pasangannya, sampai mati. Karena memang kadang ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk menceritakan secara terbuka semua hal kepada pasangan. Lebih baik tidak diceritakan agar tidak menimbulkan salah paham. Maka hendaknya pasangan suami istri saling bisa memahami dan memberikan yang terbaik untuk pasangan.

Berikan ruang permaafan dan penerimaan yang luas terhadap pasangan, karena sesungguhnya ada sangat banyak kebaikannya yang tidak kita ketahui karena tidak pernah diceritakan sampai akhir hayat. Itu semua demi menjaga kebaikan, keutuhan dan keharmonisan rumah tangga.{}
 

Oleh: Ustadz Cahyadi Takariawan

Penulis Buku Serial "Wonderful Family";
Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC)


0 Comments

Tinggalkan Komentar


Masukan kode ini .... disini: Reload Kode